Rencana Pembangunan Desa Sibetan

Dokumen perencanaan pembangunan desa mengandung prioritas program dan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam periode 5 ( lima ) tahun untuk mewujudkan visi pembangunan desa Sibetan, Kecamatan Bebandem Kabupaten Karangasem, yang di cita-citakan. Dokumen Perencanaan ini merupakan salah satu acuan yang digunakan oleh pelaku pembangunan di Desa dalam menentukan kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat perluasan akses pasar masyarakat miskin pedesaan.Dokumen ini juga merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan upaya peningkatan pelayanan publik,peningkatan ekonomi, peningkatan pembangunan partisipatif yang berkelanjutan, juga merupakan salah satu alat evaluasi dan kontrol dari pola pembangunan yang terarah.

 

Penetapan Visi dan Misi Pembangunan desa dan arah kebijakan pembangunan desa Sibetan didasarkan pada potensi, peringkat permasalahan dan tindakan atau program dan kegiatan serta harapan-harapan yang di cita-citakan yang digagas dari seluruh komponen masyarakat desa secara bertahap.  Penggalian masalah dan potensi dilaksanakan dengan menggunakan 3 (tiga) alat kaji yaitu, sketsa desa, kelembagaan dan kalender musim. Dari penggalian dengan alat-alat kaji dari elemen masyarakat yang terkecil dan melibatkan seluruh komponen masyarakat ( unsur laki-laki , perempuan dan pelibatan masyarakat miskin),yang dilaksanakan melalui Forum musyawarah tingkat kelompok, banjar  seka , tempek,dengan pelibatan dan swadaya masyarakat dan ditemukan 9 (sembilan) bidang prioritas kegiatan yang menjadi dasar arah kebijakan pembangunan desa Sibetan

 

  1. Bidang Pendidikan

Potensi :

  • Anak – anak usia dini dengan dukungan orang tua sangat antusias untuk mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) baik yang diselenggarakan di tingkat banjar ( posyandu ) atapun yang diselenggarakan satu atap dengan Taman Kanak – kanak ( TK )
  • Remaja putus sekolah, kelompok – kelompok perempuan produktif serta lembaga – lembaga sosial sangat antusias mengikuti perkembangan jaman baik lewat pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Instansi terkait maupun yang diselenggarakan oleh Pihak ketiga.
  • Anak – anak berprestasi terutama dari kalangan RTM antusias mengikuti pendidikan dan menyimpan potensi dan bakat yang perlu dikembangkan.
  • Dukungan orang tua terhadap anak – anak Usia dini
  • Adanya kelompok – Kelompok pemuda produktif dan kelompok  perempuan  yang menghasilkan produksi kerajinan yang perlu dikembangkan dalam bidang pemasaran dengan menggunakan jaringan internet.

Masalah :

  • Tempat bermain anak – anak Usia dini masih menggunakan fasilitas Banjar sehingga menyulitkan bagi guru/instruktur untuk dapat memanajemen ruangan sebagai ruangan bermain dan belajar anak Usia Dini
  • Belum tersedianya jaringan dan perangkat yang terhubung internet yang dapat digunakan untuk mengakses dan menampilkan hasil produksi kerajinan yang ada di Desa Sibetan.
  • Masih terbatasnya SDM terutama tetang IT ( Informasi dan Teknologi ) bagi remaja putus sekolah dan kelompok Perempuan yang produktif sehingga perlu diadakan pelatihan, bintek dan bantuan sarana prasaran dan penambahan permodalan.
  • Kurangnya bantuan dalam bentuk bea siswa bagi anak – anak miskin yang berpestasi.
  • Kurangnya sarana bermain bagi anak – anak usia dini

 

  1. Bidang Kesehatan

Potensi :

  • Kader Posyandu lengkap dengan sarana parasaran penunjang
  • Sumber mata air ada dan bahkan dibeberapa tempat terbuang seperti di Banjar Kutabali, banjar Telaga,dan Banjar Pengawan
  • Pelanggan PAM Desa meningkat dari tahun ketahun
  • Pengguna permandian umum masih banyak meskipun air telah masuk ke Rumah – rumah
  • Jaringan air bersih telah ada dan masyarakat siap berswaadaya tenaga kerja untuk pembangunan MCK yang layak di rumah penduduk.
  • Tempat untuk membangun rumah ada, dan dukungan swadaya tenaga kerja masyarakat
  • Lahan untuk penambahan ruangan POSKESDES masih tersedia sehingga akan dapat meningkatkan pelayanan terhadap kesehatan masyarakat.
  • Masyarakat pemelihara hewan penular rabies banyak serta masyarakat antusias mengikuti sosialisasi
  • Kompos sangat diperlukan oleh masyarakat untuk memupuk tanaman salak organik

Masalah :

  • SDM Kader Posyandu di Desa Sibetan rata – rata rendah
  • Belum semua masyarakat desa Sibetan terutama RTM yang memperoleh layanan Air Bersih
  • Kualitas air desa menurun , akibat pipa induk yang terbuat dari besi sudah mulai korosi dan larut dalam air
  • Permandian umum tidak layak di 7 ( tujuh ) lokasi
  • Masyarakat Miskin banyak yang belum memiliki MCK yang layak secara kesehatan
  • Akibat keterbatasan anggaran pendanaan, masih ada RTM yang memiliki rumah yang tidak layak huni yang tersebar di 10 banjar Dinas
  • Keterbatasan ruang POSKESDES menyebabkan pelayanan kurang maksimal
  • Ketidak tahuan masyarakat tentang bahaya penyakit rabies menyebabkan di beberapa banjar Dinas terjadi kesalahpahaman antara pelaksana teknis di lapangan dengan masyarakat.
  • Sampah yang tidak terpilah ( organik dan anorganik ) menjadi masalah baru di Desa Sibetan yang merupakan kawasan Agro kebun salak

 

  1. Bidang Sarana dan Prasarana

Potensi :

  • Badan jalan telah ada, swadaya tenaga kerja masyarakat
  • Masyarakat Banjar banyak dan antusias mendukung pembangunan
  • Warga banjar Brahmana telah bersawadaya dalam bentuk uang tunai dan material untuk membangunan Banjar
  • Jaringan listrik telah ada dan dukungan keamanan
  • Drainase telah ada, swadaya tenaga kerja masyarakat
  • Tempat membangunan tempat kentongan ( balai kul – kul )  telah tersedia
  • Jaringan Listrik ke wilayah Pedalit ( Banjar Dinas Pengawan dan Telutug ) telah ada
  • Laju pertumbuhan penduduk semakin pesat, membutuhkan pelayanan di Desa yang prima
  • Pasar telah ada, dukungan Loksai tempat yang strategis
  • Tempat membangunan tempat berteduh ( balai pesayuban ) di Setra belimbing telah ada.
  • Listrik untuk alat pengeras suara telah tersedia, dukungan keamanan
  • Tempat tapal batas Banjar telah tersedia

Masalah :

  • Dibeberapa ruas jalan desa mengalami kerusakan dan perlu peningkatan kualitas jalan
  • Jalan menuju kepemukiman penduduk sering licin pada saat musim hujan dan membahayakan pengguna jalan.
  • Rata – rata bangunan Banjar yang ada di Desa Sibetan telah berusia tua sehingga perlu rehab ringan.
  • Satu banjar dari 10 Banjar yang ada di desa Sibetan belum memiliki bangunan banjar yang permanen.
  • Jalan desa terutama di daerah perbukitan gelap, rentan gangguan keamanan.
  • Drainase yang tidak memadai dibandingkan dengan debit air menyebabkan badan jalan rusak dan berlobang.
  • Empat Banjar ( Kutabali, Brahmana,Telutug dan Triwangsa ) belum memiliki bangunan tempat kentongan ( balai kul – kul )
  • Gorong – gorong yang menghubungkan Br. Kutabali – Desa Jungutan ( Kutabali – telaga tista )  tersumbat
  • Masyarakat lingkungan pedalit ( Banjar dinas Pengawan ) belum teraliri listrik
  • Bangunan Induk kantor Desa Sibetan telah keropos
  • Bangunan Pasar Telaga sudah tidak refresentatif dalam mendukung agro salak Sibetan
  • Kuburan belimbing ( setra belimbing )  tidak memiliki tempat yang dapat digunakan untuk berteduh pada saat ada upacara adat/agama
  • Anggota Banjar yang banyak tidak didukung dengan perangkat pengeras suara, Sosialisasi sering tidak terdengar.
  • Tapal batas banjar rusak dan bahkan dibeberapa tempat telah roboh
  1. Lingkungan Hidup

Potensi :

  • Perangkat Desa antusias
  • Laha tersedia
  • Masyarakat antusias untuk menanam

Masalah :

  • Belum adanya Perdes tentang pengaturan pengelolaan kegiatan masyarakat
  • Lahan kritis kurang penghijauan

 

  1. Sosial Budaya

Potensi :

  • Tempat untuk pembuatan lapangan bola voli tersedia
  • Generasi muda dan remaja putri antusias
  • Sarana pendukung Gong, Angklung dan Gender telah ada
  • Anak – anak berprestasi di bidang olahraga.

Masalah :

  • Desa Sibetan tidak memiliki lapangan bola Voli yang memadai
  • Kurangnya sarana dan prasarana pembinaan seni dan budaya
  • Sarana pendukung yang ada seperti gong, angklung dan gender perlu di tingkatkan.
  • Sarana perlengkapan olahraga kurang memadai
  • Kurangnya pembinaan kepada generasi muda yang berperestasi di bidang olahraga.

 

  1. Pemerintahan

Potensi :

  • Perangkat desa, antusias dan disiplin
  • Peningkatan kebutuhan pelayanan administrasi masyarakat
  • Lokasi yang strategis

Masalah :

  • Honor Perangkat Desa, BPD dan LPM kurang memadai
  • Kurangnya biaya operasional kantor Desa, agar pelayanan lebih optimal
  • Kurangya penyegaran Kepada BPD dan LPM tentang tugas , fungsi pokok
  • Potensi Desa Sibetan belum terdata dengan baik.
  • Kurang pembinaan kepada PKK dan Karang Taruna

 

  1. Koperasi dan Usaha Masyrakat

Potensi :

  • Kelompok lebah madu, kelinci dan babi
  • Kelompok – kelompok perempuan produktif
  • Pelaku usaha telah ada.

Masalah :

  • SDM Kelompok lebah madu, kelinci dan babi masih rendah terutama dalam analisa usaha
  • Minimnya alat – alat pengolahan salak, sehingga pada saat panen raya salak harga masih rendah
  • Permodalan dan Inovasi pengerajin rendah

 

  1. Pertanian

Potensi :

  • Lahan untuk menanam bibit salak gula pasir masih tersedia luas dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat pedesaan
  • Limah ternak dapat diolah menjadi pupuk
  • Organisasi subak terbina dengan baik
  • Masyarakat antusias untuk memelihara ternak
  • Kelompok mina tani telah terbentuk

Masalah :

  • Masih terbatasnya bibit salak gula pasir
  • Limah ternak akan menjadi ancaman kesehatan manusia dan lingkungan
  • Sarana prasarana Subak terbatas, hasil panen kualitas menurun
  • Kurang bibit ternak unggul dalam mensukseskan program Pemerintah
  • Kelompok Mina tani kurang pembinaan

 

  1. Pariwisata

Potensi :

  • Tempat tersedia
  • Dukungan masyarakat terhadap pengembangan agro salak Sibetan sangat tinggi
  • Tempat membangun MCK khusus wisatawan
  • Tenaga kerja masyarakat

Masalah :

  • Belum tersedianya pasar souvenir khas Sibetan dalam mendukung agro salak Sibetan menuju Desa Wisata
  • Kawasan agro yang belum tertata maksimal menyebabkan wisatawan masih enggan berkunjung.
  • Belum tersedia MCK yang layak untuk wisatawan di rumah – rumah penduduk.
  • Jaluar agro di tengah kebun salak yang telah terbangun kurang perawatan
  • Belum adanya jalur atau kawasan untuk rekreasi kebun buah.
Pengaduan Online!