Sejarah Desa Sibetan

Sejarah Desa Sibetan

Desa Sibetan merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Bebandem, sejarah singkat mengenai terbentuknya Desa Sibetan berawal dari kisah berdirinya Kerajaan Sibetan lebih kurang pada tahun 1608 yang didirikan oleh Igusti Mantu, putra dari I Gusti Abian Nengan. Disebutkan bahwa I Gusti Mantu yang memberika nama julukan Desa Sebetan yang sebelumnya lebih dikenal dengan sebutan Desa Kuncara Giri. Nama tersebut diberikan sebagai kenangan, atas keselamatan ibunya dari persembunyian yang membawa kandungan ayahnya dari kepungan maut bala tentara Dalem Gelgel. Menurut arti kata “SEBETAN” sangat bijaksana

Pada waktu itu Desa Kuncara Giri berada di bawah kekuasaan Kerajaan Gelgel. Kira – kira tahun 1578 di puri Gelgel terjadi keributan dimana putra – putra I Gusti Dauh Bale Agung ( Maha patih keraton ) yaitu I Guti Pande, I Gusti Anyarame, I Gusti Biasama, I Gusti Jelegeg dan Igusti Pelangpung berbalik melawan Dalem Gelgel. Dalam perlawanan yang sengit keturunan I Gusti Dauh Bale Agung hampir semua terbunuh. Untunglah I Gusti Ayu Singarsa, Isteri dari Igusti Biasama yang sedang mengandung sempat melarikan diri menuju kearah timur laut, Sampai ditempat persembunyianya yang terakhir di Abin Tiing di kaki bukit nampo yang sekarang dikenal dengan nama Garba ( tegal nengan ). Ditempat inilah di atas sebidang tanah tegalan yang belum ditanami ( disebut nengan )dilahirkan Igusti Abian Nengan kira – kira tahun 1579. Setelah selang beberapa lama I Gusti Abian Nengan sudah dewasa, kira – kira berumur 18 Tahun dan sudah ada isyarat dari Dalem Gelgel untuk memaafkan I Gusti Ayu Singarsa beserta anaknya. Disaat itulah I Gusti Ngurah Sidemen menyerahkan sebagain kekuasaanya kepada I Gusti Abian Nengan, Yaitu wilayah sebelah timur wates, Duda dengan berkedudukan di Kuncara Giri. Konon wilayah Kuncara Giri ( Sebetan ) pada masa itu meliputi daerah – daerah angantelu, Bugbug,Basang Alas, Culik, Tulamben, Kubu, Tianyar kecuai wilayah kekuasaan raja Karangasem. Didalam suasana kebesaran dan kegemilangan, timbul hasrat I Gusti Mantu ( Anak Igusti Abian Nengan) untuk mengabadikan kenangan terhadap suatu wilayah yang telah menyelamatkan, membesarkan serta menjadikan berkuasa.Kenangan itu adalah “Sebetan” sebuah nama desa yang diberikan untuk wilayah Kuncara Giri yang sekarang lasim disebut dengan penulisan “SIBETAN”

Seiring dengan dinamika pembangunan masyarakat di berbagai bidang kegiatan pemerintah,Pembanguann kemasyarakatan telah berjalan dengan pola pembangunan yang mengacu pada Bottom Up Planning ( perencanaan pembangunan dari bawah ). Kondisi tersebut mengantarkan masyarakat kedalam suatu tatanan kehidupan yang baru dan diharapkan dapat mewujudkan kehidupan yang sejahtera, maju dan mandiri dalam menjalankan urusan rumah tangga sendiri.

Pengaduan Online!