Visi dan Misi Desa

Visi  Desa

Berdasarkan permasalahan, tantangan potensi serta keterbatasan yang dihadapi oleh Desa Sibetan selanjutnya ditetapkan Visi Pembangunan Desa Sibetan yaitu “MEWUJUDKAN DESA SIBETAN YANG SEJUK ,INDAH, BERSIH, EDUKATIF, TERTIB, AMAN, NYAMAN BERLANDASKAN TRI HITA KARANA MENUJU SANTHI JAGADHITA “

Misi Desa

Misi masyarakat Desa Sibetan dalam mencapai masyarakat sejahtera berdasarkan visi di atas dengan cara mengembangkan dan membangun di bidang  Peningkatan kualitas & kapasitas masyarakat selanjutnya ditetapkan :

5 ( LIMA ) MISI PEMBANGUAN DESA SIBETAN

  1. Mewujudkan desa Sibetan yang sejahtera, melalui peningkatan akses masyarakat terhadap kesehatan yang berkualitas,Pendidikan yang berkualitas,peningkatan kebersihan masyarakat dan lingkungan ,keindahan panorama alam pedesaan penciptaan rasa aman dan nyaman dalam upaya mendukung agro pariwisata Desa Sibetan.
  2. Melestarikan budaya dan tradisi leluhur Desa Sibetan melalui pembangunan / penguatan seni – budaya.
  3. Peningkatan sarana dan prasarana dasar dan ekonomi
  4. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, sehingga dapat menumbuhkembangkan kesadaran dan kemandirian dalam pembangunan desa yang berkelanjutan.
  5. Meningkatkan ketahanan ekonomi dengan menggalakkan usaha ekonomi kerakyatan, melalui program strategis di bidang produksi pertanian, pemasaran, koperasi, usaha kecil dan menengah, serta pariwisata.

Kelima misi ( agenda pokok ) pembangunan Desa Sibetan tersebut, selanjutnya akan diterjemahkan kedalam program – program pembangunan yang hendak dicapai dalam periode 5 ( lima ) tahun mendatang.

Kebijakan Pembangunan

Arah Kebijakan pembangunan Desa Sibetan

Arah kebijakan pembangunan desa Sibetan tahun 2010-2014 dalam rangka mengemban misi dan mewujudkan visi pembangunan yang telah ditetapkan, pada bidang-bidang pembangunan adalah sebagai berikut :

 

  1. Bidang Pendidikan
    1. Memelihara dan meningkatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, merata dan terjangkau bagi anak usia sekolah dengan pemeliharaan dan pengadaan prasarana serta sarana pendidikan.
    2. Mendorong pelaksanaan pendidikan bagi anak usia dini ( PAUD ) desa dengan mandiri
    3. Mengupayakan pendidikan bagi keluarga kurang mampu atau yang tergolong RumahTangga Miskin (RTM) untuk dapat menyelesaikan pendidikan minimal pada tingkat pendidikan dasar 9 (sembilan) tahun.
    4. Melaksanakan kegiatan pemilihan siswa dan guru teladan dalam rangka merangsang peningkatan pendidikan.
    5. Menyelenggarakan pembinaan generasi muda melalui jalur pendidikan luar sekolah.
    6. Mengembangkan kualitas SDM sedini mungkin secara terarah, terpadu dan menyeluruh melalui upaya-upaya pelayanan Perpustakaan Umum, koran dan majalah untuk umum dalam sekala desa.
    7. Menyelenggarakan pelatihan yang berbasis Informasi Teknologi dalam upaya meningkatkan SDM generasi muda yang sejahtera menuju kemandirian
    8. Memberikan bea siswa bagi anak – anak berprestasi dari kalangan RTM       ( Rumah Tangga Miskin )
    9. Pengembangan Komputer dan IT bagi generasi muda dan kelompok – kelompok usaha yang bersekala desa
    10. Pembangunan infrastruktur yang mendukung pengembangan pendidikan

 

  1. Bidang Pelayanan Kesehatan
    1. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau oleh masyarakat desa.
    2. Meningkatkan pelayanan Posyandu, Pokesdes kepada balita dan lansia.
    3. Peningkatan kapasitas kader posyandu sebagai kader kesehatan desa.
    4. Tertib administrasi penduduk yang tergolong Rumah Tangga Miskin (RTM) untuk terarahnya pemberian bantuan kesehatan pemerintah.
    5. Memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat melalui pengadaan sarana dan prasarana olahraga untuk masyarakat.
    6. Peningkatan bimbingan dan penyuluhan kepada lansia.
    7. Penyediaan saran dan prasarana dasar pendukung kesehatan dan sanitasi lingkungan yang berkelayakan
    8. Penyediaan sarana dan prasarana penampungan sampah organik dan anorganik menuju bali clean and green
    9. Peningkatan pelayanan air bersih yang layak dan memadai serta terjangkau oleh masyarakat miskin pedesaan
    10. Peningkatan sarana parasana rumah tinggal yang layak bagi masarakat yang memiliki rumah yang tidak layak huni serta mendorong swadaya masyarakat

 

  1. Bidang Sarana dan Prasaran
    1. Mempertahankan kondisi prasarana jalan dan jembatan yang ada baik jalan desa ataupun dusun dengan mengedepankan partisipasi masyarakat dalam upaya pemeliharaannya.
    2. Mengembangkan dan meningkatkan prasarana jalan dan jembatan yang ada baik jalan desa ataupun jalan dusun untuk meperlancar dan memudahkan transportasi untuk kepentingan masyarakat desa.
    3. Membuka dan membangun jalan yang baru untuk membuka isolasi di wilayah Banjar dan antar Desa.
    4. Mengajukan listrik sebagai alat penerangan baik penerangan jalan maupun penerangan rumah tangga.
    5. Meningkatkan kualitas jalan yang telah ada dan mendorong kesadaran masyarakat untuk bergotong royong memelihara prasarana terbangun demi kepentingan masyarakat
    6. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan rasa memiliki terhadap fasilitas umum kemasyarakatan.
    7. Meningkatkan swadaya dan kemandirian masyarakat untuk memeliharan fasilitas yang telah terbangun.

 

  1. Lingkungan Hidup
    1. Meningkatkan peran serta masyarakat untuk membantu pemerintah baik pusat ataupun daerah dalam pengelolaan dan pelestarian sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dan meningkatkan animo masyarakat dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati dan lingkungan melalui usaha penangkaran dan rehabilitasi habitat dan bekerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat melalui program pembinaan dan penyuluhan.
    2. Mengembangkan sumberdaya air dan irigasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat baik untuk air bersih, irigasi dan kebutuhan lainnya dengan selalu menjaga sumber mata air.
    3. Membatu upaya pemerintah daerah dalam upaya tertib administrasi pertanahan, tertib hukum pertanahan, tertib penggunaan tanah dan tertib kelestarian daya dukung lingkungan hidup.
    4. Pelestarian panorama alam ” pemukuran dan agro salak Sibetan ”  sebagai icon Pariwisata Agro dalam upaya peningatan kesejahteraan masyarakat.

 

  1. Bidang Sosial budaya
    1. Memantapkan fungsi, peran dan kedudukan agama sebagai landasan moral, spiritual dan etika dalam penyelenggaraan pemerintahan desa dan kemasyarakatan.
    2. Mengupayakan peningkatan kualitas pendidikan agama melalui peningkatan SDM dibidang pendidikan keagamaan dan peningkatan sarana prasarana yang memadai.
    3. Memberikan penyuluhan, agama terpadu kepada umat sedharma dimasing-masing banjar adat, generasi muda serta memantapkan pelaksanaan upakara keagamaan dan susila/etika umat beragama.
    4. Mengembangkan dan melestraikan kelembagaan sosial budaya yang tumbuh di masyarakat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta penyediaan sarana prasarana penunjang selayaknya.
    5. Menyeimbangkan antara raga yang sehat dengan rohani yang sehat pula melalui kegiatan kemasyarakatan yang positif

 

  1. Pemerintah Desa

1. Meningkatkan jiwa pengabdian dan kesetiaan segenap aparatur pemerintahan desa sesuai dengan cita-cita perjuangan bangsa dan negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

2. Menata kelembagaan pemerintahan desa dan memperkuat sumberdaya manusianya dengan peningkatan kapasitas berupa pelatihan-pelatihan dalam aplikasi komputer,IT, pengarsipan

3. Menyusun RPJMDesa periode 5 tahunan sebagai dokumen perencanaan pembangunan di desa serta penyusunan RKPdesa setiap tahunnya yang dibuat secara partisipatif, untuk mengefektifkan pelaksanaan pembangunan di desa sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat menuju kemandirian masyarakat.

4. Meningkatkan peran dan fungsi masing – masing kepala urusan ( Kaur ) Desa sesuai dengan bidangnya.

5. Mewujudkan tertib administrasi kependudukan sebagai perlindungan hukum kepada masyarakat dan terarahnya pelayanan dan perencanaan pembangunan.

6. Menyusun data base Potensi desa, dalam upaya pengembangan dan inovasi terhadap potensi yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat

7. Mendorong pembinaan yang berkelanjutan dan lintas sektor kepada generasi muda.

8. Mendorong terlaksananya program penanggulangan kemiskinan yang berbasis pada kearifan lokal dan kondisi sosial budaya masyarakat lokal

 

  1. Bidang Koperasi dan Usaha Kecil
    1. Memanfaatkan potensi sumberdaya manusia dan sumberdaya alam seoptimal mungkin untuk menghasilkan produk industri kecil dan kerajinan rumah tangga yang memiliki nilai tambah serta aktivitas perdagangan yang mampu menunjang pembangunan di desa.
    2. Mengembangkan usaha mikro dan kecil yang dikelola oleh kaum perempuan untuk dapat meningkatan kesejahteraan keluarga melalui penambahan permodalan dan bimbingan dan penyuluhan.
    3. Mengoptimalkan pengelolaan/penggunaan dana atau pendapatan yang berasal dari pemberian pemerintah daerah ataupun pusat dengan efektif dan efisien sesuai dengan arah kebijakan yang ditetapkan.
    4. Mendorong peningkatan pertumbuhan dan pengembangan koperasi berbasis masyarakat dan lembaga keuangan mikro di desa untuk dapat meningkatkan akses permodalan bagi usaha mikro dan kecil di desa untuk dapat meningkatkan volume usaha ekonomi kerakyatan yang tumbuh didesa.
    5. Memfasilitasi kelompok –kelompok untuk beriwrausaha mandiri dengan palatihan, bintek serta penyediaan saran prasaran pendukung untuk menuju kemandirian.

 

  1. Bidang Pertanian
    1. Meningkatkan pembangunan pertanian baik lahan basah (sawah) ataupun lahan kering (perkebunan) melalui peningkatan produksi, pasca panen dan pemasaran yang berwawasan agribisnis, dengan memperhatikan kelestarian sumberdaya tanah dan air yang tersedia
    2. Mengembangkan ekonomi kerakyatan (petani, peternak, atau usaha mikro dan kecil lainnya) yang bertumpu pada mekanisme pasar dengan penguasaan teknologi melalui bimbingan dan penyuluhan.
    3. Mendorong kemandirian petani dengan penyediaan sarana dan prasaran pendukung pertanian yang berwawasan lingkungan dan budaya

 

  1. Bidang Pariwisata
    1. Mendorong pembangunan pariwisata yang tumbuh di desa untuk memperluas kesempatan kerja dan mendorong pengembangan usaha-usaha lain yang diakibatkan oleh pembangunan pariwisata sebagai dampat ikutannya, dengan memperhatikan adat, budaya dan pelestarian lingkungan berdasarkan Tri Hita Karana.
    2. Mendorong terbangunya pasar suvenir tingkat desa dalam upaya pemasaran hasil kerajinan masyarakat desa
    3. Meningkatkan dukungan investor untuk membangun sarana pendukung pariwisata di rumah penduduk.
    4. Meningkatkan peran masyarakat dalam penataan dan pemeliharaan fasilitas terbangun sebagai daya dukung pariwisata angro.

 

Pengaduan Online!